SEJARAH DESA

 

SEJARAH DESA

2.1.1.1 Legenda Desa ( Sasakala )

            Desa Mekarwangi Kecamatan Sindangkerta merupakan desa yang berada di kaki Gunung Tangbak Ruyung dimana mata pencaharian penduduknya dari dulu hingga sekarang mayoritas bercocok tanam, adapun perbedaannya kalau dulu bercocok tanam dilakukan dengan peralatan yang sangat sederhana sekali belum ada peralatan yang modern seperti sekarang, jadi kadang-kadang masyarakatnya bercocok tanam hanya menghasilkan apa-apa saja yang tumbuh secara alami dari tanah pegunungan sedangkan mulai tahun 1900 sampai sekarang sudah bisa bercocok tanam dengan menanamnya sendiri dan hasilnya bisa dijual dan dapat menghasilkan penghasilan untuk kepentingan masyarakat desa itu sendiri.

Sumber lain menerangkan mulai dari tahun 1945 setelah Republik Indonesia Merdeka Penduduk Desa Mekarwangi selain bercocok tanam atau bertani ada juga yang sudah mulai beternak hewan peliaraan seperti sapi, domba, kerbau, ayam, kambing, dll.

2.1.1.2. Terbentuknya Desa Mekarwangi

Catatan sejarah Desa Mekarwangi merupakan desa hasil pemekaran dari desa Wangun,  dimana pemekarannya dimaulai sejak tahun 1983 dan di jabat pertama oleh Suhandi yang merupakan pejabat dari Pemda Kabupaten Bandung. Desa Mekarwangi setelah terjadi pemekaran tahun 1983 pejabat semantara mengadakan pemulihan Kepala Desa, dan dipercaya oleh masyarakat sebagai Kepala Desa pertama adala Atang Rudayat  menjadi petinggi Desa ini sehingga disahkan menjadi Kepala Kampung atau sebutan lain Kepala Desa.

Sesepuh masyarakat Mekarwangi atau Atang Rudayat  sangat peka terhadap keadaan yang sangat memprihatinkan pada saat itu, setelah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan dinobatkan menjadi Kepala Desa sesepuh kampung atau H. Atang Rudayat  secara bertahap membangun tatanan pemerintahan meskipun secara sederhana guna mensejahterakan masyarakatnya pada saat itu, yang mayoritas hanya mengandalkan dari hasil bumi itu sendiri.

Daerah Mekarwangi merupakan daerah yang subur untuk bercocok tanam sehingga selain penduduk asli lambat laun daerah ini juga disatroni atau didatangi oleh penduduk dari luar desa yang berkeinginan ikut bercocok tanam di kawasan ini, sehingga lambat laun kehidupan sosial budaya sudah mulai agak komplek. adapun sumber lain pendapatan desa diantaranya urunan desa.

Adapun Nama-nama Kuwu atau Kepala Desa setelah terjadi pemekaran dari Desa Wangun   diantarnya :

  1. Atang Rudayat                      (1984 – 1992)
  2. Pjs Rohman                          (1992 – 1993)
  3. Atang Rudayat                     (1994 – 1998)
  4. Pjs Maud                                (1998 – 1999)
  5. Edi Rohimat                          (1999 – 2013)
  6. Nina Sutarsih                        (2014 – Sekarang)
Facebook Comments